Tentang IAGIKMI

PUBLIC HEALTH NUTRITION

Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terpadat di dunia, dengan jumlah penduduk sejumlah kurang lebih 240 juta jiwa. Masalah gizi yang dihadapi Indonesia beragam, mencakup undernutrition maupun overnutition. Hal ini berdampak pada pola penyakit di Indonesia yang walaupun sudah bergeser ke arah penyakit non menular, kejadian penyakit menular seperti Tuberkulosis juga masih tinggi. Dengan demikian masalah kesehatan di Indonesia cukup pelik. Masalah yang cukup pelik tersebut tidak dapat dihadapi hanya dengan penanganan masalah gizi secara dietetik maupun pendekatan perorangan, pendekatan public health sangat diperlukan. Pendekatan public health adalah pendekatan yang lebih menekankan aspek preventif dan promotif, dengan pendekatan perilaku dan pendidikan kesehatan, promosi kesehatan, manajemen dan kebijakan kesehatan, epidemiologi, kesehatan lingkungan, sistem informasi dan biostatistik. Masalah gizi di Indonesia, dapat dipecahkan dengan melibatkan aspek-aspek tersebut. Tenaga kesehatan yang dapat bekerja secara luas seperti ini dan juga mengerti masalah gizi secara cukup rinci adalah public health nutritionist atau ahli gizi kesehatan masyarakat. Tenaga public health nutritionist ini sangat diperlukan untuk melengkapi tenaga kesehatan yang sudah diakui sebelumnya di Indonesia. Public health nutritionist ini sebenarnya sudah bekerja dan menunjukkan karya-karyanya dalam memperbaiki kondisi gizi dan kesehatan masyarakat, hanya saja belum mendapatkan pengakuan secara eksplisit.

 

What is PUBLIC HEALTH NUTRITION ?

Penerapan pengetahuan tentang pangan dan gizi, melalui promosi kesehatan,  pendekatan lingkungan, perilaku, manajemen, kebijakan dan riset untuk peningkatan kesehatan masyarakat.

Kemampuan public health nutritionist :

  • Mengidentifikasi dan menganalisis masalah kesehatan yang berhubungan dengan undernutrition and overnutrition
  • Mengidentifikasi masalah sosial, kultural, ekonomi, lingkungan dan faktor-faktor manajemen dan kebijakan yang berperan dalam kejadian undernutrition and overnutrition pada masyarakat tertentu.
  • Menunjukkan hubungan antara pertanian, pangan, gizi dan kesehatan masyarakat.
  • Mengembangkan strategi intervensi dalam peningkatan ketahanan pangan masyarakat.
  • Mengembangkan kebijakan dalam ketahanan pangan dan keamanan pangan.
  • Mengembangkan strategi advokasi untuk meningkatkan status gizi dan perbaikan aktifitas fisik pada masyarakat
  • Menerapkan temuan hasil penelitian yang dilakukan pada masyarakat dalam pengembangan dan pelaksanaan kebijakan dan program gizi di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.