AHLI GIZI KESEHATAN MASYARAKAT MEMEGANG PERAN KUNCI DALAM UPAYA PENYELAMATAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN

Masalah malnutrisi beban ganda yang menjadi salah satu fokus perhatian dunia masih terjadi di Indonesia. Kasus ini harus diputus mata rantainya tidak hanya dengan pengobatan (kuratif) saja, namun harus dicegah dengan pengawalan mulai dari gizi di hulunya, yaitu saat mulai janin dalam kandungan ibu.  Ahli gizi kesehatan masyarakat sebagai ujung tombak di masyarakat memegang peran besar dalam upaya ini. Demikian diungkapkan oleh ketua Ikatan Ahli Gizi Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAGIKMI) dr. Martha Irene Kartasurya, MSc, Ph.D pada acara Seminar Nasional Pengembangan Peran Tenaga Gizi Kesehatan Masyarakat dalam Penyelamatan 1000 Hari Pertama Kelahiran yang diselenggarakan pada tanggal 30 November 2017 lalu di Hotel Grasia Semarang. Seminar ini diselenggarakan atas kerjasama antara Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip dengan Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI.

Ditegaskan kembali oleh Dekan FKM Undip Hanifa Maher Denny, SKM, MPH, Ph.D bahwa upaya menginisiasi dan memperjuangkan peran penting tenaga gizi kesehatan masyarakat dalam menyelesaikan masalah gizi dan kesehatan di masyarakat sudah dimulai sejak tahun 2008. Keistimewaan gizi kesehatan masyarakat adalah menyelesaikan masalah dengan pendekatan aspek kesehatan lain dalam lingkup kesehatan masyarakat, seperti epidemiologi, kesehatan lingkungan, kebijakan kesehatan, kesehatan dan keselamatan kerja, biostatistik, kesehatan reproduksi, kebijakan kesehatan hingga promosi kesehatan. IAGIKMI sebagai organisasi yang concern dengan gizi kesehatan masyarakat harus terus berjuang dan memberikan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah gizi di Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh para tokoh gizi di Indonesia antara lain Prof Dr. dr. A. Razak Thaha, M.Sc (UNHAS), Prof. dr. Endang L. Achadi, MPH, Dr. PH (UI), dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes (Dir. Promkes Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI), dr. Djunaidi Muchtar Dahlan, MS (UNHAS) dan Dr. Minarto, MPS (Ketua Umum PERSAGI). Diseminasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dipresentasikan oleh peserta dari 13 institusi pendidikan mulai dari universitas, sekolah tinggi, hingga disiplin ilmu lain yang turut mendukung dalam ilmu gizi kesehatan masyarakat. (DRP-SYT)